Blue Flower

BP2LHK Manado (Minahasa Selatan, 17/10/2019)_BP2LHK Manado sebagai lembaga yang dibina menjadi Pusat Unggulan IPTEK (PUI) konservasi Flora dan Fauna Endemik Wallacea bekerjasma dengan ITTO melalui Proyek ITTO  PD 646/12 Rev.3 (F)  “Initiating the Conservation of Cempaka Tree Species (Elmerrillia spp.) through Plantation Development with Local Community Participation in North Sulawesi, Indonesia” mengadakan kegiatan FGD dengan topik “To Train Local Communities on Cempaka Nursery’s Development Techniques at Small-Scale Nurseries” sebagai salah satu bentuk Hilirisasi produk Litbang ke masyarakat.

Kegiatan FGD dilakukan di 3(tiga) Desa di 3 kabupatan di Sulawesi Utara yaitu di Desa Koka Kab. Minahasa 12-15 Agustus 2019, Desa Talawaan Atas Kab. Minahasa Utara 19-22 Agustus 2019, serta Desa Tareran Kab. Minahasa Selatan yang pada tanggal 16-18 Oktober 2019.

Tujuan yang akan dicapai pada kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat lokal di tiga Kabupaten di Sulawesi Utara yaitu Minahasa, Minahasa Selatan dan Minahasa Utara melalui kegiatan pelatihan tentang pembangunan persemaian, meningkatkan peran serta masyarakat dalam usaha membangun hutan tanaman cempaka berbasis masyarakat

Kegiatan FGD terakhir dilakukan di desa Rumoong atas Kecamatan Tareran Kab. Minahasa selatan 16-18 Oktober 2019 tidak hanya dilaksanakan dalam bentuk diskuksi dan penjelasan namun juga dilakukan pelatihan, praktek , serta kunjungan lapangan ke persemaian permanen milik masyarakat dan BPDASHL Tondano.

“Melalui kegiatan FGD dan pelatihan ini kami berharap pengetahuan masyarakat lokal di tiga Kabupaten di Sulawesi Utara terutama petani di Desa Rumoong Atas Dua tentang budidaya cempaka serta peran masyarakat dalam usaha membangun hutan tanaman cempaka berbasis masyarakat akan meningkat”. Kata Mochlis, S.Hut.T,MP Kepala BP2LHK Manado ketika membuka kegiatan FGD dan pelatihan ini di aula Desa Rumoong Atas Dua, Kec. Tareran, Kab. Minahasa Selatan.

Lebih lanjut Mochlis juga menambahkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat lokal mengenai cempaka yang diharapkan meliputi perencanaan dan persiapan pembangunan persemaian, pengenalan jenis pohon cempaka,  teknik silvikultur/produksi bibit cempaka secara vegetatif, generatif dan cabutan dan perawatan bibit, serta analisis usaha pembuatan persemaian cempaka.

Bapak Rudi Pua yang mewakili kelompok tani di Desa Rumoong Atas Dua, Minahasa Selatan yang mengikuti FGD dan pelatihan mengungkapkan sangat senang dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BP2LHK Manado atas diseleleggrakannya kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat Minahasa. “kami sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada BP2LHK Manado karena mendapatkan ilmu yang banyak tentang pembangunan persemaian cempaka dan tentunya sangat bermanfaat bagi kami”. Ungkap Rudi. ***MFF