Blue Flower

Setelah melalui berbagai proses, buku panduan pengelolaan cempaka berjudul “Strategi Pengelolaan Sumberdaya Cempaka Terpadu di Sulawesi Utara 2020-2029” akhirnya siap diterbitkan. Hal ini diputuskan di akhir workshop pembahasan bersama para pihak (stakeholder) pemerhati cempaka yang digelar Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado, Selasa (25/8/2020).

“Saya berharap buku ini dapat menjadi acuan pengelolaan cempaka di Sulawesi Utara khususnya bagi Forum Cempaka yang telah terbentuk dan telah disahkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara untuk mengawal implementasi Rencana Strategi ini,” ujar Mochlis, Kepala BP2LHK Manado di Hotel Four Points Manado, tempat acara berlangsung.

Harapan ini sesuai dengan harapan Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Dr. Agus Justianto yang disampaikannya sebelumnya, saat membuka acara. “Saya berharap workshop ini akan memberikan kesepahaman dan menghasilkan kristalisasi gagasan dari para pihak dalam pengelolaan cempaka berkelanjutan di Sulawesi Utara,” ujar Kabadan di hadapan stakeholder pemerhati cempaka dari berbagai kalangan, diantaranya pengusaha dan petani cempaka, pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi serta LSM.

Sebagaimana diketahui, cempaka adalah jenis kayu kehutanan yang memiliki nilai historis dan budaya bagi masyarakat Sulawesi Utara. Kayu ini adalah bahan baku utama rumah panggung tradisional Sulawesi Utara yang pasarnya telah menembus kancah internasional.

Namun kurangnya pasokan kayu cempaka masak tebang belakangan ini, menurut Kabadan, melemahkan minat pengusaha rumah panggung untuk menggunakan kayu ini sebagai bahan baku.

“Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak, khususnya di Sulawesi Utara untuk bersinergi dalam upaya pelestarian sumber daya cempaka dan mengembalikan kejayaan cempaka,” tambah Kabadan.

Dilatarbelakangi permasalahan ketersediaan stok kayu cempaka berkualitas di Sulawesi Utara ini, BLI bekerja sama dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) melaksanakan project “Initiating The Conservation Of Cempaka Tree Species (Elmerrillia Sp.) Through Plantation Development With The Local Community Participation In North Sulawesi”.

”Kegiatan-kegiatan pada project yang telah dilaksanakan saling berkaitan satu dengan yang lainnya, hingga pada akhir project tersusunlah buku rencana strategi pengelolaan sumberdaya cempaka terpadu di Sulawesi Utara,” ujar Diah Irawati Dwi Arini selaku Project Coordinator ITTO PD 646/12 Rev.3 tersebut.

“Buku yang dibahas ini merupakan hasil kajian beberapa kegiatan sehingga menjadi panduan komprehensif dalam pengelolaan cempaka,” ujar narasumber, Dr. Subarudi.

Kegiatan yang juga disiarkan secara virtual ini juga diikuti Sekretaris BLI dan Kepala Dinas Kehutanan Daerah Sulawesi Utara. Tampil juga pembahas dari perguruan tinggi dan pakar bidang pengembangan cempaka yaitu Prof. Dr. Ngakan Putu Oka, Dr. Mahfudz, Ir. Celcius Talumingan, MP, dan Dr. Hiras Sidabutar. Berbagai masukan dan saran menjadi bahan diskusi hangat, sehingga alokasi waktu yang disediakan panitia terasa singkat.***