Blue Flower

Pada tahun 2016, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado di Manado dan International Timber Organization (ITTO) yang berkedudukan di Yokohama Jepang melakukan kesepakatan kerjasama dengan judul “Initiating the Conservation Of Cempaka Tree Species (Elmerrillia Sp) Through Plantation Development With The Local Community Participation In North Sulawesi”. Kerjasama direncanakan akan dilaksanakan dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun yaitu 2017 hingga 2019, mengalami perpanjangan project hingga September 2020.

Cempaka wasian merupakan flora khas di khususnya di Sulawesi Utara yang sangat popular digunakan sebagai bahan baku rumah kayu Minahasa (Wale Wangko), alat musik tradisional “kolintang” dan berbagai macam furniture dan meubel. Beberapa tahun terakhir, pasokan kayu khususnya dari hutan alam mengalami penurunan. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan kayu cempaka akan menyebabkan pemanfaatan sumberdaya cempaka yang tidak berkelanjutan khususnya di Sulawesi Utara, Indonesia.

Salah satu alternatif solusi untuk, mengatasai ketidakseimbangan pasokan dan permintaan adalah dengan mempromosikan pengembangan hutan tanaman cempaka yang sejauh ini data menyebutkan masih sangat terbatas. Pengembangan hutan tanaman cempaka di Sulawesi Utara juga perlu didukung oleh beberapa faktor termasuk lahan, dukungan pemerintah pusat dan daerah,  ilmu pengetahuan, kapasitas petani lokal, dan adanya kerjasama dengan berbagai pihak-pihak terkait.

Apa Tujuan dari Project ITTO PD 646/12 Rev. 3 (F)

Secara umum, project ini memiliki tujuan untuk berkontribusi dalam konservasi spesies cempaka di Sulawesi Utara. Sedangkan tujuan spesifik dari project ini adalah mengembangkan konservasi dan hutan tanaman cempaka dengan melibatkan masyarakat local khususnya di Sulawesi Utara.

Project ini dilaksanakan dengan menggandeng berbagai pihak yaitu lembaga penelitian, akademisi/universitas, pemerintah provinsi dan Unit Pelaksana Teknis Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat, pengusaha , kelompok tani, perangkat desa, dan masyarakat lokal.

Project difokuskan dilaksanakan pada tiga Kabupaten di Sulawesi Utara yaitu Minahasa, Minahasa Utara dan Minahasa Selatan. Sebanyak tiga tujuan spesifik, indikator keluaran, dan 17 kegiatan dimandatkan dalam project ini untuk dilaksanakan.